“ Kereta” Ini tidak boleh berhenti
Jalanya lambat dan tersendat, suasana gerbongnya yang tidak nyaman, lebih sering rusak dari pada beroprasi, serta selalu membuat banyak orang mengeluh, mencaci dan mengumpat. Itulah gambaran fisik sebuah kereta tua.
Kereta tua. Kendaraan itu sering kali di analogikan untuk sebuh kehidupan yang tidak produktif, statis, lamban dalam bergerak, atau mungkin tidak berjalan sama sekali, seperti air yang tergenang yang justru kehadirannya saja sudah menimbulkan banyak masalah bagi lingkungan sekitarnya.
Hidup bak kereta tua bukan saja tidak enak di pandang orang, tetapi kita yang merasakannya juga sangat tidak nyaman. Hari- hari berlalu tanpa arti, tanpa semangat, tanpa gerak, dan tanpa amal yang nyata. Padahal semua orang terus berpacu dengan waktu, untuk sebuah prestasi yang mungkin akan menjadi sejarah yang bermanfaat bagi orang-orang yang lahir setelahnya, atau minimal menjadi kenangan manis di hari-hari tuanya.
Karena itu, kita harus melakukan maksimalisasi dan ekselerasi, pada semua hal dalam hidup kita, agar ia terus berjalan, berfungsi dan bermanfaat. Tidak seperti kereta tua. Hanya saja, menggerakkan lokomotif hidup ini membutuhkan sumber energy yang banyak, agar ia tidak bergerak cepat, namun tiba-tiba berhenti dalam waktu yang lama. Berikut ini beberapa bekal yang perlu di persiapkan.
Pertama ,
Bekali Diri dengan Keyakinan yang Kuat dan Bersih Keyakinan yang dalam bahasa islam di sebut aqidah, merupakan amunisi utama yang dapat menggerakkan dan menciptakan makna dan manfaat bagi hidup kita. Tidak ada energy perubahan selain kekuatan dan kehendak Allah tentunya yang mendorongnya lebih hebat dari keyakinan. Tapi keyakinan bukanlah sembarang keyakinan. Keyakinan itu haruslah bersumber dari Allah SWT, yang kuat dan bersih, tidak di campuri virus kotor sedikit un, apapun bentuknya. Karena itulah yang akan memberi energy serta menunjukkan arah yang jelas dan lurus untuk bertindak.
Kisah Nabi Musa.as merupakan contoh keyakinan yang sempurna kepada Allah swt. Sewaktu dirinya berhdapan dengan laut dengan ombaknya yang menggunung, sementara fir’aun yang terus mengejar dari belakang, semua pengikutnya berkata “kita semua akan tertangkap.” Tetapi Musa menenangkan mereka, “sekali-kali tidak akan menyusul.”
Maha Suci Allah, ketika itu Musa dengan penuh keyakinan, ia berjalan di tengah laut. Karena ia sangat percaya bahwa Allah akan menyelamatkan dirinya dari kepungan fir’aun dan pasukannya. ”Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku,” Tegasnya.
Kisah Nabi Nuh as lain lagi, Allah mengabarinya bahwa tidak ada lagi kaum yang akan beriman kecuali mereka yang memang telah beriman. Lalu Allah pun memerintahkan nya membuat kapal di atas puncak gunung yang sangat tinggi, karena Allah akan mengirimkan bencana banjir untuk memusnahkan kaumnya yang durhaka.
Dengan keyakinan yang kuat, tanpa sepatah pertanyaan ia bersegera mulai menjalankan perintah Rabbnya, meskipun mendapatkan ejekan dan cemoohan dari kaumnya yang menganggapnya sudah tidak waras. Tapi akhirnya keyakinan Nabi Nuh as mengalahkan olok-olokan mereka. Allahpun menyelamatkan orang-orang yng beriman dan menenggelamkan mereka yang tidak pnya keyaknan. Lalu mengubah dunia ini dengan mengganti dengan kaum yang ingkar dengan kaum yang shalih.
Keyakinan pula yang mempercepat langkah seorang Salman Alfarisi dalam mencari kebenaran dengan berani meninggalkan sanak keluargnya dan semua kemewahan hidup di negrinya, Persia menuju mekkah untuk menemui Rosulullah dan para pengikutnya.
Kisah diatas semua menjadi bukti, bahwa untuk megubah hidup ini agar tidak menjadi kereta tua, haruslah di mulai dengan menghadirkan keyakinan dalam diri kita. Karena keyakinan itu akan menuntun kita untuk segera melakukan perubahan.
Kedua,
jangan sampai kehilangan semangat keyakinan yang benar, memancing sebuah semangat. Jika semangat itu kuat dan terus menggelora, maka ada konsekuensi yng musti kita penuhi ; berbuat untuk merealisasikannya. Jika tidak, perlahan tapi pasti, kobaran semangat itu akan redup, seredup cahaya hidup kita.
Ibnu Jauzi berkata, “ Barang siapa yang tinggi semangatnya, maka akan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dan tidak akan pernah puas dengan yang sebagian saja. Ia akan menuntut ilmu sampi puncaknya.” Kira-kira seperti itulah konsekensinya.
Melayani semua keinginan semangat itu, tentu yang menanggung beban beratnya adalah badan kita. Ia akan merasa capek, lelah, kurang tidur, atau mungkin sakit. Tapi ia melakukannya untuk sebuah tujuan mulia: amal, prestasi dan cita-cita.paling tidak, kehidupan esok harus berbeda dengan hari ini. Intinya, harus ada perubahan. Itulah, sebabnya kita rajin melakukan sholat dan belajar di tengah malam, atau berpuasa di siang hari. Meskipun itu sangat berat dan sulit. Mungkin ada perasaan ingin konsentrasi pada ilmu dan amal itu saja, tetapi kebutuhan akan dunia masih banyak, sehingga bekerja untuk hajat dunia pun di lakukan tanpa melalaikan ilmu dan amal. Berat dan sungguh berat menggabungkan semuanya.
Tapi lihatlah hasilnya, ilmu menyuruh kita untuk melakukan kedermawaan, atau mendahulukan orang lain karena kita tidak kuat untuk kikir. Kedermawanan telah menyuruh kita mengeluarkan apa yang kita miliki. Harga diri mencegah kita untuk mencari nafkah dengan cara-cara yang buruk. Karena semangat itu, hiduppun menjadi sangat dinamis karena selalu melakukan hal-hal baru, baik dan positif, untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Tidak ada kata berhenti. Istirahat seolah menjadi stasiun perpindahan dari kesibukan satu ke kesibukan yang lain.
Bagi badan yang tidak sanggup memikul beban itu, ia akan membiarkan semangatnya memudar. Kelalaian bukanlah aib dan tidak akan merasa kecewa meski semua orang meninggalkannya. Hidup seperti kereta tua tidaklah masalah baginya. Janganlah sekali-kali kita mengikuti prinsip ini, karena dunia adalah tempa berlomba untuk memperoleh yang tertinggi. Sebagai manusia beriman, tidak sepantasnya kita menyepelekan lomba itu, lalu membirkan semangat kita padam sia-sia. Sebab, setelah berlomba ternyata tujuan yang kita ingin. Karena jika maksud kita tercapai, memang itu tujuannya; tapi jika telah berlomba namun tidak tercapai apa yang kita inginkan, kita tidak akan di hinakan.
Ketiga,
Jangan Pernah Takut untuk Berbuat stagnasi dalam hidup tidak serta merta hilang lantaran kita sudah memiliki keyakinan dan semangat. Sebab kedua hal tersebut baru merupakan modal awal yang akan menggerakkan jiwa dan raga. Selanjutnya, kita memerlukan kesungguhan dalam gerak itu sendiri. Itulah yang kita sebut dengan tindakan. Sebab itu, maka Umar ra sangat tidak suka
Selasa, 27 Mei 2008
29 februari 2008 pkl: 22 :16
udah hampir 2 bulan aku ngaji sama mbak kiki. Alhamdulillah sedikit banyak aku jadi tau tentang agamaku. Dan tadi aku ngaji tentang kejadian bumi, tentang hujan, tentang angina, tentang kejadian manusia. Subhanalllah…ternyata apa yang ada di dunia ini sudah tertulis di Alquran, seandainya saja aku mau belajar ngaji dari dulu aku pasti sekarang jauh lebih baik, tapi gak papa lah, aku sudah bersyukur karena di usia 21 aku sudah bisa ngaji.
udah hampir 2 bulan aku ngaji sama mbak kiki. Alhamdulillah sedikit banyak aku jadi tau tentang agamaku. Dan tadi aku ngaji tentang kejadian bumi, tentang hujan, tentang angina, tentang kejadian manusia. Subhanalllah…ternyata apa yang ada di dunia ini sudah tertulis di Alquran, seandainya saja aku mau belajar ngaji dari dulu aku pasti sekarang jauh lebih baik, tapi gak papa lah, aku sudah bersyukur karena di usia 21 aku sudah bisa ngaji.
Senin, 26 Mei 2008
ahad, 25 mei 2008
25 mei 2008
Hari minggu, biasa malas, tapi Alhamdulillah aku masih sempet sholat lail, jam 4 sih…tapi kan belum subuh, jadi masih bisa dunk…semalem tidurnya malem banget, biasa nonton tv. Setelah sholat lail, tidur lagi deh….zzz….melek…kayak nya dah sholat shubuh,…tapi bener gak ya…apa aku mimpi…lihat jamjam 5…tapi aku masih pake mukena,…berarti dah sholat…tapi…tunggu, aku kan pake mukena karena habis sholat lail, bukan karena habis sholat subuh…antara sadar gak sadar…tapi…ah…udah kok…obok lagi aja…huh…sapa sih nyuruh sholat…?? Apa an ya…ah…bangun aja deh…ternyata aku belum sholat kan?berarti aku dosa dunk, karena aku sengaja gak sholat. Yo wes bangun ah…tapi…apa…??jam 7…??masak sih…coba kucek-kucek mata, Alhamdulillah…ternyata salah lihat, jam 6 to….aduh…kok ngantuk terus ya…lengket rasanya….mata ini….hah…ada yang baru wudhu juga, ternyata liburan bikin malas ya….?? Aduh…mata ini lengket sekali alhamdullillah…selesai sholatnya. Bobok lagi ah….zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz……………….
Suara apa sih brisik-brisik, hah..jam 8…huahhhhhhhhhhh….ternyata tidur itu enak banget ya…hehe…waduh…iya aku kan janjin sama lidya, n emak buat ketemuan di maskam mw balikin buku perpus…pulsaku masih 500 cukup..
Setelah sms janjian jam 9.00 buat ketemu,
Kok pada sibuk masak, ternyata hari ini mbak sukma masak-masak,katanya sih gantiin uang mbak ajib, buat bayar kos, dan mbak ajib Cuma minta separo doank, dan yang separo buat masak-masak. Subhanallah..mbak ajb baik banget ya…dan hari ini mbak sukma masak tekwan, goreng tempe, sambel, terong, dan masak nasi…aku bantuin nanaknasi, dan karena dah jam 840 aku mandi, karena jam 9 janjian di maskam. Baru aja selesai mandi dah di sms, waduh bakalan telat ne…hehe…gak papalah telat dikit…pake rok yang kemaren aja lah…rok kesayangan jebra…pake hem putih, dan jilbab hitam…dan nyampe maskam telat 10 menit, dan saat ketemu mereka, mereka bilang aku cantik, dan mereka nanya aku mau ada acara apa…?? Aku bilang gak ko…makasih..jawabku, dan kita ngobrol bentar, eh…kayaknya ada nikahan tu di masjid, lihat yuk katanya sih pahala lo, kalau lihat resepsi pernikahan..celoteh ku, ah…masak…??kata emak, iya…yuk…tapi…malu ah…dari mana kita lihatnya…??tanya emak bawel. Dari atas aja, jawabku, dan kamipun sedikit berlari menuju masjid lantai 2 . subhanallah…aku ngebayangin kalau suatu saat aku bakal menikah juga sama orang yang mecintaiku, dan tentunya baik, sholeh dan sayang ma aku dan keluargaku, dan tentunya yang hadir dalam benakku, lelaki itu adalah ‘dia’. Amin…
Selesai acara ijab Kabul, karena dah jam 10 kamipun pulang, dan mereka ngajak jalan, karena kemaren waktu di telepon aku bilang kalau aku jam 10 mau ada acara, jadi aku gak perlu ngomong lagi, mereka dah tahu, dan rencananya sih mau maen ketempat om, tapi, ntar ah..nyobain tekwan nya mbak sukma dulu. …dan saat nyampe kos ternyata belum mateng, dan aku pun bantu-bantu…jam 12 selesai, dan jemput mbak ajib, habis itu makan deh…dan setelah makan aku cabut ketempat om teguh. Dan aku nemuin kertas putih dengan tulisan di ruang tamu seperti ini…
Tulisan aa gim
……
Karena om teguh sama bulek gak ada ,aku ngobrol sama zaki, oh ya…aku juga maen tempat mbak nilam, n tahukah kawan…??apa komentar mbak nilam tentang ku, karena sudah lamaaaa banget aku gak ke wirokerten, dan baru sekarang aku dateng,
Yu….kamu kok pake kaos kaki…?? Trus..itu jilbabmu gede banget…??jelek tahu…??kamu ikut aliran apa yuk…??jangan-jangan kamu ikut ahmadiah ya…?? Tanya mbak nilam ketus…astagfirulllah…ya gak lah mbak…mang kenapa jilbabku…??aku ketawa aja denger komentar mbak nilam, mbak nilam bilang aku ndeso, dan akupun jawab, kalau emang aku wong ndeso, yukkk rok mu itu sudah bagus, itu jilbabmu mbok yang gaul, di model apa ??piye….jilbabmu jelek banget sih…awas kamu ya…kalau ikut aliran-aliran gitu…??jangan fanatic-fanatik ah yukkk!! Islam ya islam tapi jangan kayak gitu astagfirullah…sekali lagi aku beristigfar, tapi aku tetap senyum, gak salah juga kalau mbak nilam bilang gitu, soalnya wahyu yang dulu gak kayak gini, wahyu yang dulu pake jilbab tapi auratnya masih sering terlihat, wahyu yang dulu jilbabnya hanya nutup rambut aja, dan tipis banget, ya Allah…mudah-mudahan aku gak bosen, dan gak tergoda untuk kembali ke yang dulu, dan aku akan tetap istqomah di jalan mu, amin…ini aja aku rasa belum sempurna banget buat nutup auratku. Tapi aku akan berusaha. Pengen rasanya ngomong ke mbak nilam kalau yang bener itu nutup aurat secara keseluruhan, dan yang hanya terihat wajah dan telapak tangan. Dan sesekali mbak nilam bilang kalau aku norak, aku kuno, dan jadul, gak gaul, Sekali lagi aku hanya tersenyum…jika ingat yang dulu rasanya aku malu, aku udah ngumbar auratku, tapi aku tetap bersyukur karena aku di beri hidayah saat aku masih kuliah, coba kalau aku di beri hidayahnya waktu udah menikah, bahkan punya anak,pasti anakku juga tidak akan menutup aurat seperti ibunya. Kalau sekarang kan paling tidak besok aku bisa menjadi uswatun khasanah buat anak-anakku. Insa Allah. Amin.. Dan ada abah, aduh…aku pengen gak salaman..gak enak, mungkin pelan-pelan aja. Dan ada mas aref juga sama temennya, dulu waktu aku belum seperti ini aku selalu salaman sama mas arep, Karena dulu aku pikir dengan salaman akan menghapus dosa-dosa kecilku pada orang tersebut, tapi tenyata aku salah, dan tadi aku gak salaman, dan aku terkesan cuek, saat mereka mendekatiku, aku pura-pura baca Koran, dan aku tidak melihat mereka, aku hanya menegur dan menanyakan kabar tanpa noleh, aku gak tahu wajah mereka saat itu, yah…gapaplah…aku yakin suatu saat mereka pasti ngerti…aku nunngu sampai magrib , dan jam 5an om dan tante pulang, dan kita ngobrol bentar , om teguh ,emberikan tausyiahnya…
Hari minggu, biasa malas, tapi Alhamdulillah aku masih sempet sholat lail, jam 4 sih…tapi kan belum subuh, jadi masih bisa dunk…semalem tidurnya malem banget, biasa nonton tv. Setelah sholat lail, tidur lagi deh….zzz….melek…kayak nya dah sholat shubuh,…tapi bener gak ya…apa aku mimpi…lihat jamjam 5…tapi aku masih pake mukena,…berarti dah sholat…tapi…tunggu, aku kan pake mukena karena habis sholat lail, bukan karena habis sholat subuh…antara sadar gak sadar…tapi…ah…udah kok…obok lagi aja…huh…sapa sih nyuruh sholat…?? Apa an ya…ah…bangun aja deh…ternyata aku belum sholat kan?berarti aku dosa dunk, karena aku sengaja gak sholat. Yo wes bangun ah…tapi…apa…??jam 7…??masak sih…coba kucek-kucek mata, Alhamdulillah…ternyata salah lihat, jam 6 to….aduh…kok ngantuk terus ya…lengket rasanya….mata ini….hah…ada yang baru wudhu juga, ternyata liburan bikin malas ya….?? Aduh…mata ini lengket sekali alhamdullillah…selesai sholatnya. Bobok lagi ah….zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz……………….
Suara apa sih brisik-brisik, hah..jam 8…huahhhhhhhhhhh….ternyata tidur itu enak banget ya…hehe…waduh…iya aku kan janjin sama lidya, n emak buat ketemuan di maskam mw balikin buku perpus…pulsaku masih 500 cukup..
Setelah sms janjian jam 9.00 buat ketemu,
Kok pada sibuk masak, ternyata hari ini mbak sukma masak-masak,katanya sih gantiin uang mbak ajib, buat bayar kos, dan mbak ajib Cuma minta separo doank, dan yang separo buat masak-masak. Subhanallah..mbak ajb baik banget ya…dan hari ini mbak sukma masak tekwan, goreng tempe, sambel, terong, dan masak nasi…aku bantuin nanaknasi, dan karena dah jam 840 aku mandi, karena jam 9 janjian di maskam. Baru aja selesai mandi dah di sms, waduh bakalan telat ne…hehe…gak papalah telat dikit…pake rok yang kemaren aja lah…rok kesayangan jebra…pake hem putih, dan jilbab hitam…dan nyampe maskam telat 10 menit, dan saat ketemu mereka, mereka bilang aku cantik, dan mereka nanya aku mau ada acara apa…?? Aku bilang gak ko…makasih..jawabku, dan kita ngobrol bentar, eh…kayaknya ada nikahan tu di masjid, lihat yuk katanya sih pahala lo, kalau lihat resepsi pernikahan..celoteh ku, ah…masak…??kata emak, iya…yuk…tapi…malu ah…dari mana kita lihatnya…??tanya emak bawel. Dari atas aja, jawabku, dan kamipun sedikit berlari menuju masjid lantai 2 . subhanallah…aku ngebayangin kalau suatu saat aku bakal menikah juga sama orang yang mecintaiku, dan tentunya baik, sholeh dan sayang ma aku dan keluargaku, dan tentunya yang hadir dalam benakku, lelaki itu adalah ‘dia’. Amin…
Selesai acara ijab Kabul, karena dah jam 10 kamipun pulang, dan mereka ngajak jalan, karena kemaren waktu di telepon aku bilang kalau aku jam 10 mau ada acara, jadi aku gak perlu ngomong lagi, mereka dah tahu, dan rencananya sih mau maen ketempat om, tapi, ntar ah..nyobain tekwan nya mbak sukma dulu. …dan saat nyampe kos ternyata belum mateng, dan aku pun bantu-bantu…jam 12 selesai, dan jemput mbak ajib, habis itu makan deh…dan setelah makan aku cabut ketempat om teguh. Dan aku nemuin kertas putih dengan tulisan di ruang tamu seperti ini…
Tulisan aa gim
……
Karena om teguh sama bulek gak ada ,aku ngobrol sama zaki, oh ya…aku juga maen tempat mbak nilam, n tahukah kawan…??apa komentar mbak nilam tentang ku, karena sudah lamaaaa banget aku gak ke wirokerten, dan baru sekarang aku dateng,
Yu….kamu kok pake kaos kaki…?? Trus..itu jilbabmu gede banget…??jelek tahu…??kamu ikut aliran apa yuk…??jangan-jangan kamu ikut ahmadiah ya…?? Tanya mbak nilam ketus…astagfirulllah…ya gak lah mbak…mang kenapa jilbabku…??aku ketawa aja denger komentar mbak nilam, mbak nilam bilang aku ndeso, dan akupun jawab, kalau emang aku wong ndeso, yukkk rok mu itu sudah bagus, itu jilbabmu mbok yang gaul, di model apa ??piye….jilbabmu jelek banget sih…awas kamu ya…kalau ikut aliran-aliran gitu…??jangan fanatic-fanatik ah yukkk!! Islam ya islam tapi jangan kayak gitu astagfirullah…sekali lagi aku beristigfar, tapi aku tetap senyum, gak salah juga kalau mbak nilam bilang gitu, soalnya wahyu yang dulu gak kayak gini, wahyu yang dulu pake jilbab tapi auratnya masih sering terlihat, wahyu yang dulu jilbabnya hanya nutup rambut aja, dan tipis banget, ya Allah…mudah-mudahan aku gak bosen, dan gak tergoda untuk kembali ke yang dulu, dan aku akan tetap istqomah di jalan mu, amin…ini aja aku rasa belum sempurna banget buat nutup auratku. Tapi aku akan berusaha. Pengen rasanya ngomong ke mbak nilam kalau yang bener itu nutup aurat secara keseluruhan, dan yang hanya terihat wajah dan telapak tangan. Dan sesekali mbak nilam bilang kalau aku norak, aku kuno, dan jadul, gak gaul, Sekali lagi aku hanya tersenyum…jika ingat yang dulu rasanya aku malu, aku udah ngumbar auratku, tapi aku tetap bersyukur karena aku di beri hidayah saat aku masih kuliah, coba kalau aku di beri hidayahnya waktu udah menikah, bahkan punya anak,pasti anakku juga tidak akan menutup aurat seperti ibunya. Kalau sekarang kan paling tidak besok aku bisa menjadi uswatun khasanah buat anak-anakku. Insa Allah. Amin.. Dan ada abah, aduh…aku pengen gak salaman..gak enak, mungkin pelan-pelan aja. Dan ada mas aref juga sama temennya, dulu waktu aku belum seperti ini aku selalu salaman sama mas arep, Karena dulu aku pikir dengan salaman akan menghapus dosa-dosa kecilku pada orang tersebut, tapi tenyata aku salah, dan tadi aku gak salaman, dan aku terkesan cuek, saat mereka mendekatiku, aku pura-pura baca Koran, dan aku tidak melihat mereka, aku hanya menegur dan menanyakan kabar tanpa noleh, aku gak tahu wajah mereka saat itu, yah…gapaplah…aku yakin suatu saat mereka pasti ngerti…aku nunngu sampai magrib , dan jam 5an om dan tante pulang, dan kita ngobrol bentar , om teguh ,emberikan tausyiahnya…
PSEP in Memory
8 april 2008
5 hari di magelang membawa kenagan tersendiri, suasana yang sejuk, sawah-sawah yang tumbuh subur, dengan beraneka ragam tanaman pangan dan hortikultura, serta kicauan burung , membuat suasana desa sokorini, kecamatan muntilan kab. Magelang menjadi semakin elok, naturalisme desa, serta wajah orang-orang kampung yang polos, meskipun mereka para petani selalu merugi, dan sawah yang mereka garap tak memberikan banyak keuntungan, tapi toh mereka tetap bahagia, meskipun seringkali jika di Tanya tentang panen, keuntungan, ada sedikit keluhan yang keluar dari mulut mereka, toh mereka terus saja bertani, sepertinya bertani sudah mendarah daging, dan jiwa petani mereka takkan tergantikan, dan kita harus bersyukur karena para petani kita adalah petani yang ulet serta rajin, coba bayangkan saja, jika para petani tani mutung dan tidak mau bertani lagi, lalu kita mau makan apa….?? Sikap warga yang ramah, dan aku merasa lega berada di sana , meski agak sedikit capek karena panas terik aku harus berjalan menyusuri sawah, dan ngobrol-ngobrol bersama para petani, subhanallah…aku yang masih muda, tapi aku merasa capek, kepanasan dan nyaris tidak kuat oleh terik matahari, tapi aku melihat pak petani masih berada di sawah, tak sedikitpun terlihat wajah terpaksa, padahal jika di rata-rata usia mereka sekitar 40 tahun ke atas. Yah..sekali lagi aku bersyukur atas semua ini. 5 hari pergi dari jogja membuat ku rindu akan suasana jogja, aku rindu sama kampusku, sama ibu pojok, meskipun di desa ini kami selalu makan enak, dan tuan rumah yang aku tempati begitu baik dan ramah, makan yang selalu enak, banyak makanan kecil, dan 5 hari cukup membuat berat badanku bertambah, tapi …aku masih merindukan masakan ‘pojok’, aku kangen sama gorengan tempenya, aku kangen sama temen-temen kos, aku juga kangen sama “seseorang”, 5 hari serasa 5 tahun buat aku, meskipun sebelum berangkat aku sudah ketemu dengannya, aku tetap merindukannya, aku tidak tahu perasaan ini semakin subur saja, ya Robb, jika ia adalah jodohku maka dekatkan kami sesuai dengan tuntunanmu, tenangkan hati ini, dan tolong berikan rem pada hatiku agar gejolak cinta yang ada dalam dada ini tak meluap, ya Rabb, aku ingin dia menjadi imamku, aku ingin dia yang menambal iman dan taq’waku dengan cintanya, yang telah bocor karena terkena kotoran hati yang semakin hari semakin menebal, aku ingin dia memberikan cahaya di rumahku, agar kami bisa melihat pintu surgaMu. Ya Allah..aku ingin mengabdi buat dia, aku ingin membangunkannya pada waktu sepertiga malam, untuk sholat lail bareng, aku ingin menyiapkan makan sahur dan buka puasanya, baik puasa wajibnya ataupun puasa sunahnya, jadikan ia penuntunku ya Allah…aku butuh cahaya itu.
5 hari di magelang membawa kenagan tersendiri, suasana yang sejuk, sawah-sawah yang tumbuh subur, dengan beraneka ragam tanaman pangan dan hortikultura, serta kicauan burung , membuat suasana desa sokorini, kecamatan muntilan kab. Magelang menjadi semakin elok, naturalisme desa, serta wajah orang-orang kampung yang polos, meskipun mereka para petani selalu merugi, dan sawah yang mereka garap tak memberikan banyak keuntungan, tapi toh mereka tetap bahagia, meskipun seringkali jika di Tanya tentang panen, keuntungan, ada sedikit keluhan yang keluar dari mulut mereka, toh mereka terus saja bertani, sepertinya bertani sudah mendarah daging, dan jiwa petani mereka takkan tergantikan, dan kita harus bersyukur karena para petani kita adalah petani yang ulet serta rajin, coba bayangkan saja, jika para petani tani mutung dan tidak mau bertani lagi, lalu kita mau makan apa….?? Sikap warga yang ramah, dan aku merasa lega berada di sana , meski agak sedikit capek karena panas terik aku harus berjalan menyusuri sawah, dan ngobrol-ngobrol bersama para petani, subhanallah…aku yang masih muda, tapi aku merasa capek, kepanasan dan nyaris tidak kuat oleh terik matahari, tapi aku melihat pak petani masih berada di sawah, tak sedikitpun terlihat wajah terpaksa, padahal jika di rata-rata usia mereka sekitar 40 tahun ke atas. Yah..sekali lagi aku bersyukur atas semua ini. 5 hari pergi dari jogja membuat ku rindu akan suasana jogja, aku rindu sama kampusku, sama ibu pojok, meskipun di desa ini kami selalu makan enak, dan tuan rumah yang aku tempati begitu baik dan ramah, makan yang selalu enak, banyak makanan kecil, dan 5 hari cukup membuat berat badanku bertambah, tapi …aku masih merindukan masakan ‘pojok’, aku kangen sama gorengan tempenya, aku kangen sama temen-temen kos, aku juga kangen sama “seseorang”, 5 hari serasa 5 tahun buat aku, meskipun sebelum berangkat aku sudah ketemu dengannya, aku tetap merindukannya, aku tidak tahu perasaan ini semakin subur saja, ya Robb, jika ia adalah jodohku maka dekatkan kami sesuai dengan tuntunanmu, tenangkan hati ini, dan tolong berikan rem pada hatiku agar gejolak cinta yang ada dalam dada ini tak meluap, ya Rabb, aku ingin dia menjadi imamku, aku ingin dia yang menambal iman dan taq’waku dengan cintanya, yang telah bocor karena terkena kotoran hati yang semakin hari semakin menebal, aku ingin dia memberikan cahaya di rumahku, agar kami bisa melihat pintu surgaMu. Ya Allah..aku ingin mengabdi buat dia, aku ingin membangunkannya pada waktu sepertiga malam, untuk sholat lail bareng, aku ingin menyiapkan makan sahur dan buka puasanya, baik puasa wajibnya ataupun puasa sunahnya, jadikan ia penuntunku ya Allah…aku butuh cahaya itu.
Selasa, 20 Mei 2008
rabu...yang indah...21 mei 2008.
rabu yang indah....yang di mulai dari pkl 3.30 wib. untuk mencurahkan isi hati ini pada sang khalik. ...ada perasaan puas, lega yang aku rasakan. ..terlintas...dosa-dosa yang lalu, yang pernah ku buat....dan amanah yang harus aku selesaikan tepat pada waktunya. semua rasa yang aku alami, senang, sedih, benci, muak...semua campur jadi satu...hari ini aku harus melaksanakan amanah yang sudah di amanahkan mama padaku. masih aku ingat malam tadi ketika mama telepon dan berkeluh kesah, bingung, benci, dan tak tahu harus berbuat apa. mama bilang adek nakal lagi, adek sudah tidak bisa di bilangin, adek seenaknya sendiri, pergi pagi pulang malam, atau bahkan tidak pulang hingga beberapa hari, belum lagi kakak keduaku yang tidak tahu di mana rimbanya, kakak keduaku yang ternyata tidak bisa memegang amanah. ..dan aku hanya bisa mendengarkan , tanpa bisa memberikan solusi yang tepat. aku hanya bisa berdoa agar ibuku di beri kesabaran serta keikhlasan untuk dapat menerima semua keadaan ini. ibu minta tolong padaku agar aku bisa ngomongin adek, agar adek tak senakal itu. tapi..apa yang bisa aku
lakukan...??jangankan aku, ibu, bapak, serta kakak pertamaku saja tak di takutinya. ..seandainya saja aku punya banyak ilmu agama dan aku bisa menyentuh hati adekku dengan kata-kata mutiara, kata-kata yang membuat dia sadar akan dosa-dosanya bila menyakiti hati orang tua. tapi...aku tak punya itu. aku memang bukan kakak yang baik. yang tidak bisa memberi contoh buat adek tercintaku. Ya Robb...tolong aku, aku saja belum bisa mengurus diriku, bagaimana aku bisa mengurus adek...ngaji saja senin kamis, bagaimana aku bisa dapetin ilmu agama yang aku butuhin...padahal mbak kiki sudah sabar buat memberi tausyiah padaku. untuk mengajarkan aku ilmu agama. yah...mulai sekarang demi aku, demi i mamaku, demi adekku, insa Allah...aku akan mulai ngaji lagi, mulai datang ke liqo' lagi. aku juga berdoa, semoga aku di beri kesabaran untuk selalu istiqomah. amin...
baru saja aku optimis kalau Allah pasti menolongku, pukul 5.30 mama telepon aku lagi. kembali memintaku untuk ngomongin adek, dan mama bilang sudah tidak kuat lagi, sudah tidak sanggup lagi. Astagfirullah....mama...Allah pasti sayang sama mama, dan Allah sekarang sedang menguji kesabaran mama, mama harus kuat. mama harus lulus ujian ini, agar mama bisa naik kelas. mama bilang kerjaan adek cuma ngabis-ngabisin pulsa, telpon sana-sini, dan pacarnya banyak. padahal mama sudah tanya sama adek kalau adek bener-bener suka sama cewek itu, dan pilih salah satu, mama akan menikahkannya, dan membuatkannya warung atau bengkel untuk usahanya, tapi sepertinya adek belum serius dan belum berfikir sampai kesana. adek hanya maen-maen saja. Astagfirullah....adek...tolong jangan seperti itu, itu tidak baik...dan akupun hanya bisa mengelus dada, dan beristigfar. mama berdoa agar adek bisa mendapatkan istri dari pondok yang ilmu agamanya baik, agar bisa menjadi penolong buat keluarga kami, setidaknya satu dari keluarga kami nantinya ada yang tahu ilmu agama lebih baik. yah...maklum selama ini kami hanya punya ilmu agama seadanya. dan belum cukup baik. dan akupun hanya bisa mengaminin.
Subhanallah…ternyata hari rabu ini bener-bener hari yang indah buat aku, meski sebenarnya banyak banget masalah. Tapi aku tidak mau di perbudak oleh masalah. Aku harus kuat, meski tdi aku nagis diA2 lt.2 tapi aku tetep hru kuat. Gak ada hari yang jelek, semua hari itu indah. Meki tadi gak bisa ngerjain kuis pemul, tapi aku seneng karena dari situ aku tahu jawaban yang benar. Dan habis itu ngenet bentar, trus makan deh sama pipit, di warung santai. And then…back to campus, coz jam 11 aku ada kuliah penyakit.. kebiasaan sindrom, udah siang-siang, ruangan ber AC, bikin ngantuk deh…udah di melek-melekin, sambil nulls…eh…merem juga…..udah di melek-melekin melotot ngelihatin dosen…eh…merem juga….astagfirullah…hmm…tapi untungnya bapak dosen tidak marah. Btw tahu gak ya …bapaknya kalau aku tidur…hehe…bapak maafin ya…..duh…lama ya ternyata, bapaknya gak capek dan ngantuk apa…??aku aja yang masih muda ngantuk…subhanalllah….semoga bapaknya mendapat pahala yang setimpal amin….ada pertanyaan…terdengar suara bapak …berat banget buat melek, tapi…sepertinya udah mau selesai ne…hehe…melek ah….ya…kalau tidak ada pertanyaan , saya cukupkan sampai di si dulu, Alhamdulillah …akhirnya…keluar ah…pulang trus tidur…aduh…nia..jangan santai-santai, dosen aja gak pernah tidur siang, masak kamu yang belum apa-apa mau santai dengan tidur siang mulu…dan saat aku melngkah keluar kelas, tiba-tiba ruang 302 terbuka, waduh….ni pasti anak-anak PKP pada keluar, mereka pasti baru aja selesai kuliah P3KP, dan aku belum ngambil karena benturan sama kuliah penyakit, aduh…ngumpet dulu ah…kalau masuk ruang 304 lagi gakmungkin banget dunk, nah…nasuk ruang 303 aja deh. Bismillah…gelap lgi, gapapa deh…cukup lama juga, 5 menitan, dan sepertinya mereka sudah turun, bismillah…aku melongokkan kepalaku pelan-pelan, dan Alhamdulillah…mereka sudah tidak ada, dan…saat aku melewati kelas tadi aku penasaran, siapa sih yang ngajar, dan saat aku menoleh, aku lihat ibu peni sedang beres-beres , dan merapikan buku-bukunya . dan saat aku selesai dari kamar mandi, tiba-tiba aku pengen lihat apakah ibu peni masih ada di kelas apa tidak, aku inget saat pembekalan sabtu kemaren, tanggal 17 april 2008 aku nanya sama mas opik , siapa dosen yang cocok atau clop sama pak ageng, dan mas opik bilang bu peni, dan entah kenapa saat itu aku memberanikan diri buat ngomong sama bu peni, dan aku yakin kalau bu peni masih ada di kelas itu, dan saat aku lihat, benar juga, ibu peni masih di kelas, dan bismillah …aku melangkah masuk, dan…permisi bu, emmmm…ibu mau tidak jadi dosen pembimbing skripsi saya, tapi saya masih bingung mau neliti apa..dan tahukah kawan…saat itu jantungku berdetak kencang, sebenarnya aku takut…hehe…tapi demi skripsiku, dan aku sudah bosan lama-lama di kampus, akhirnya aku beraniin….dan ibu penipun menjawab. Ya…sodara tulis saja melalui prosedur, di pendidikan, kira-kira begitu jawaban ibu peni dan akupun menjawab lagi..hmmm..gini bu, saya kan baru semester 6, jadi saya belum ngambil skripsi, maksud saya kalau ibu punya judul atau apa, biar saya cicil dari sekarang….aduh…rasanya susah banget nelan ludah dan kayaknya ada yang gantung di tenggorokan, ayo nia, jangan takut, kamu tidak salah kok kenapa harus takut, dan inget nia, hanya Allah yang perlu kamu takutin, insa Allah selama niat dan cara kamu baik. It’s ok…oh…kalau gitu sebenarnya saya mau nulis tentang pendenalan pertanian sejak dini,kenapa anak-anak itu kurang berminat di bidang pertanian, apakah memang di setting untuk tidak menyukai pertanian, atau memang dari kecil tidak di perkenalkan tentang pertanian. Dan yang kedua, tentang penggunaan air untuk irigasi, karena saya lihat petani itu tidak hitungan menggunakan air, beda sekali dengan yang di jerma, di mana petani di sana bener-bener di hitung dalam penggunaan airnya, sehinga penggunaan dan pemasukan air itu bener-bener di perhitungkan, dan sebenarnya saya itu ingin sekali mengajak mahasiswa untuk sama-sama meneliti, tapi sepertinya mahasiswa itu kurang peka. Jadi silahkan pikirkan anda mau yang mana. Subhanallah beneran ini..yng aku denger…aku gak mimpikan. Semoga aku bisa, ambil gak…ambil gak…apa aku mampu ya…ah…aku harus coba, aku gak perlu takut, aku masih punya Allah yang akan membantuku. Bismillah …iya bu saya mau…ya sudah di pikirkan dulu…..dan akupun pamit. Terima kasih bu, kalau begitu saya pamit dulu. Ya..ya silahkan. Aku tadi ngomong apa sih…apa aku bisa ya…aduh kok jadi ragu lagi sih…ah…gak..aku gak boleh ragu, sholat duhur dulu ah…sapa tahu aku bisa lebih tenang. Sebelum ke kamar mandi buat ambil air wudhu, aku nitipin tasku ke ethu , kan berat . dan saat aku mau kekamar mandi, aku lihat ibu peni sedang ngobrol sama ibu-ibu yang aku tidak kenal, di depan perpus dan aku ingat kalau aku belum minta no . hp ibu peni, dan aku beranikan buat minta hmmm….permisi bu, maaf mengganngu, saya boleh minta no ibu. Oh ya…081…maaf bu…senentar saya ambil hp dulu…dan aku pun berlari menuju tasku yang aku titipkan resthu, dan aku ambil hpku, dan dalam lariku aku mendengar ibu mengeluh. Gimana sih mau minta no. kok gak bawa hp. Hehe…lalu aku lari lagi mendekati ibu peni, maaf bu berapa, dan ibu peni pun mendikte sampai selesai. Terimakasih ya bu.ucapku. .ya…kata ibu peni, dan aku pun langsung pamit dan masuk kamar mandi, ambil air wudhu, dan saat aku keluar aku sudah tidak melihat ibu peni di luar lagi. aku pun mengambil tas yang aku titipin sama ethu, dan aku berjalan menuju musholla sosek. Dan aku sholat berjama’ah menjadi makmum masbuk. Karena aku sudah telat 2 rakaat. Dan selesai sholat akupun kembali berdoa, dan minta pertolongan Allah semoga di beri kemudahan. Setelah sholat aku berniat untuk ngenet cari tentang irigasi. Tapi Karen sepanjang mushola sosek sudah penuh, akhirnya aku berjalan kearah timur, dan aku mencari tempat disana, tapi di sana gak ada sinyal alias jaringan wireless nya. Jadinya aku gk bisa ngenet. Dan aku berfikir…aku gak bisa ngandelin internet, kalau gak salah ibu tadi bilang kalau ibu peni butuh data P3A. aha…aku tahu aku tanya aja sama pak anjal, pak anjal kan dosen PA, dan selama kuliah yang di bahas masalah irigasi. Dan itu tentu saja berhubungan dengan P3A. dan aku berniat untuk ke ruangan pak anjal. Tapi sampai atas, masih ada anak-anak praktikum PA. coz ruangan pak anjal di dalam, aku jadi ragu mau masuk, malu maksudnya, dan aku inget pak suci, beliau juga dosen tanah. Insa Allah pasti tahu, dan baik lagi..dan akhirnya aku masuk, aku mengutarakan maksudku dan pak sucipun menerima ku dengan senang hati. Beliau menjelaskan panjang lebar, dan beliau menyarankan agar aku datang k proyek pengelolaan air opak yang ada di jl.solo, dan setelah berbincang-bincang, akhirnya aku putuskan untuk datang ke tempat tersebut hari itu juga. Dan saat itu aku lihat waktu menunjukkan pukul 14.10 wib. Dan tanpa pikir panjang aku meluncur, dan saat melihat spido meter, waduh bensinku nyaris ne, sudah nyampe batas merah. Tapi tar kalau isi bensin dulu kelamaan. Bismillah…dengan modal nekat aku pun optimis,semoga masih cukup sampai tujuan. Pelan-pelan aku naik motornya, sembari sesekali menoleh kanan-kiri dengan tujuan tidak terlewati tempat yang di maksud, plaza ambarukmo telah terlewati, tapi belum juga aku baca tulisan Pengairan, karena kalau tidak salah dengar tadi pak suci bilang kalau tulisan itu besar sekali, dan pasti ketemu, sabar, nia…tinggal selangkah lagi, suara hati kecilku menenangkan..dan setelah LBC, aku pelankan motorku, dan saat aku menoleh keriri…PENGELOLAAN AIR IRIGASI OPAK….subhanalllah …ya ini tempatnya, dan akupun membelokkan motorku menuju parkiran, dan di situ aku lihat bapak-bapak berseragam, mungkin karyawan di tempat tersebut dan sepertinya beliau melihatku dengan tatapan heran. Hmm…mungkin dia kira aku sales ya…ah…dari pada aku juga bertanya-tanya sendiri dan menduga-duga mendingan aku tanyain aja bapaknya. Kan lumayn sekalian nanya di mana bisa aku dapetin info.nya. hmm…permisi pak saya mahasiswa pertanin ugm, saya mau meneiti tentang irigasi kira-kira saya bisa menemui siapa ya pak…dag…dig…dung….dan tahukah kawan sepertinya susah banget aku ngomongnya. Dan tenggorokan ini rasanya serak sekali…oh…coba mbaknya kedalam sana sambil menunjuk ke ruangan yan ada di belakang bapaknya. Mungin di sana ada orang yang tahu, soalnya saya bagiannya bukan di situ…oh ya…terimakasih pak. Dan akupun berjalan melangkah kan kaki ku yang saat itu serasa lengket dan menyatu dengan bumi karena sangking beratnya kaki ini di langkahkan. Tok…tok…tok….pintupun aku ketok, dan ada ibu-ibu membukakan pintu dan menyuruhku masuk. Dan akupun masuk cari siapa mbak…Tanya ibu tersebut dan akupun menjelaskan maksudku, mari mbak sini kata bapak-bapak setengah baya, silahkan duduk, ada keperluan apa mbak…dag…dig…dug….waduh,..kok semakin kencang aja ya… dan akupun menjelaskan maksud dan tujuanku, dan…bapaknya pun menanyakan surat dari kampus. Oh gitu ada surat pengantarnya gak…? Waduh…mampus aku, aku gak bawa surat apa-apa, datang ke situ aja tanpa planning, langsung spontan aja, dari pada mengulur-ngulur waktu…waduh jawab apa ya….bismillah hirohman nirraohim, semoga jawabanku gak ngawur. Hmmmgini pak, karena saya belum ngambil skripsi, saya kan baru semester 6 jadi…saya tidak bawa surat, dan kata dosen saya gak papa, saya mau nyicil dulu pak, saat ini saya baru mau KKN. Oh,…gitu, ya sudah mbaknya coba ke gedung sebrang sana, dan disana mbak temui pak harto, sembari menunjuk ke gedung yang di maksud.
Alhamdulillah bapaknyan mau menerima alasanku. Dan akupun berjalan menujun gedung yang di maksud, di sana akulihat banyak bapak, ibu yang sedang sibuk dengan urusannya seniri, ada yang sedang terima telpon, ada yang sedang nulis, ada yang sedang ngotak-atik computer, yah…pokoknya semunya sedang bekerja, dan tiba-tiba badanku berubah- ubah, kadang panas, kadang dingin. Dan bismillah…aku ttidak pernah melupakan kata-kata itu, karena dengan mengucapkan bismillah kecemasanku akan hilang, yang artinya dengan menyebut nanaMu yang MAHA pengasih lagi maa penyayang. Dan akupun di tanya oleh seorang ibu, dan aku bilang mau ketemu sama pak harto, dengan terbata-bata aku utarakan maksudku dan pak harto langsung mengambilkan buku yang isinya nama2 P3A prop. DIY. Dan akupun meminjamnya untuk di foto kopi, dan bapaknya memberikan. akupun berniat untuk mengkopinya. dan aku tanya sama pak haro, kira-kira jam berapa kantornya tutup. dan bapaknya bilang jam 4.
lakukan...??jangankan aku, ibu, bapak, serta kakak pertamaku saja tak di takutinya. ..seandainya saja aku punya banyak ilmu agama dan aku bisa menyentuh hati adekku dengan kata-kata mutiara, kata-kata yang membuat dia sadar akan dosa-dosanya bila menyakiti hati orang tua. tapi...aku tak punya itu. aku memang bukan kakak yang baik. yang tidak bisa memberi contoh buat adek tercintaku. Ya Robb...tolong aku, aku saja belum bisa mengurus diriku, bagaimana aku bisa mengurus adek...ngaji saja senin kamis, bagaimana aku bisa dapetin ilmu agama yang aku butuhin...padahal mbak kiki sudah sabar buat memberi tausyiah padaku. untuk mengajarkan aku ilmu agama. yah...mulai sekarang demi aku, demi i mamaku, demi adekku, insa Allah...aku akan mulai ngaji lagi, mulai datang ke liqo' lagi. aku juga berdoa, semoga aku di beri kesabaran untuk selalu istiqomah. amin...
baru saja aku optimis kalau Allah pasti menolongku, pukul 5.30 mama telepon aku lagi. kembali memintaku untuk ngomongin adek, dan mama bilang sudah tidak kuat lagi, sudah tidak sanggup lagi. Astagfirullah....mama...Allah pasti sayang sama mama, dan Allah sekarang sedang menguji kesabaran mama, mama harus kuat. mama harus lulus ujian ini, agar mama bisa naik kelas. mama bilang kerjaan adek cuma ngabis-ngabisin pulsa, telpon sana-sini, dan pacarnya banyak. padahal mama sudah tanya sama adek kalau adek bener-bener suka sama cewek itu, dan pilih salah satu, mama akan menikahkannya, dan membuatkannya warung atau bengkel untuk usahanya, tapi sepertinya adek belum serius dan belum berfikir sampai kesana. adek hanya maen-maen saja. Astagfirullah....adek...tolong jangan seperti itu, itu tidak baik...dan akupun hanya bisa mengelus dada, dan beristigfar. mama berdoa agar adek bisa mendapatkan istri dari pondok yang ilmu agamanya baik, agar bisa menjadi penolong buat keluarga kami, setidaknya satu dari keluarga kami nantinya ada yang tahu ilmu agama lebih baik. yah...maklum selama ini kami hanya punya ilmu agama seadanya. dan belum cukup baik. dan akupun hanya bisa mengaminin.
Subhanallah…ternyata hari rabu ini bener-bener hari yang indah buat aku, meski sebenarnya banyak banget masalah. Tapi aku tidak mau di perbudak oleh masalah. Aku harus kuat, meski tdi aku nagis diA2 lt.2 tapi aku tetep hru kuat. Gak ada hari yang jelek, semua hari itu indah. Meki tadi gak bisa ngerjain kuis pemul, tapi aku seneng karena dari situ aku tahu jawaban yang benar. Dan habis itu ngenet bentar, trus makan deh sama pipit, di warung santai. And then…back to campus, coz jam 11 aku ada kuliah penyakit.. kebiasaan sindrom, udah siang-siang, ruangan ber AC, bikin ngantuk deh…udah di melek-melekin, sambil nulls…eh…merem juga…..udah di melek-melekin melotot ngelihatin dosen…eh…merem juga….astagfirullah…hmm…tapi untungnya bapak dosen tidak marah. Btw tahu gak ya …bapaknya kalau aku tidur…hehe…bapak maafin ya…..duh…lama ya ternyata, bapaknya gak capek dan ngantuk apa…??aku aja yang masih muda ngantuk…subhanalllah….semoga bapaknya mendapat pahala yang setimpal amin….ada pertanyaan…terdengar suara bapak …berat banget buat melek, tapi…sepertinya udah mau selesai ne…hehe…melek ah….ya…kalau tidak ada pertanyaan , saya cukupkan sampai di si dulu, Alhamdulillah …akhirnya…keluar ah…pulang trus tidur…aduh…nia..jangan santai-santai, dosen aja gak pernah tidur siang, masak kamu yang belum apa-apa mau santai dengan tidur siang mulu…dan saat aku melngkah keluar kelas, tiba-tiba ruang 302 terbuka, waduh….ni pasti anak-anak PKP pada keluar, mereka pasti baru aja selesai kuliah P3KP, dan aku belum ngambil karena benturan sama kuliah penyakit, aduh…ngumpet dulu ah…kalau masuk ruang 304 lagi gakmungkin banget dunk, nah…nasuk ruang 303 aja deh. Bismillah…gelap lgi, gapapa deh…cukup lama juga, 5 menitan, dan sepertinya mereka sudah turun, bismillah…aku melongokkan kepalaku pelan-pelan, dan Alhamdulillah…mereka sudah tidak ada, dan…saat aku melewati kelas tadi aku penasaran, siapa sih yang ngajar, dan saat aku menoleh, aku lihat ibu peni sedang beres-beres , dan merapikan buku-bukunya . dan saat aku selesai dari kamar mandi, tiba-tiba aku pengen lihat apakah ibu peni masih ada di kelas apa tidak, aku inget saat pembekalan sabtu kemaren, tanggal 17 april 2008 aku nanya sama mas opik , siapa dosen yang cocok atau clop sama pak ageng, dan mas opik bilang bu peni, dan entah kenapa saat itu aku memberanikan diri buat ngomong sama bu peni, dan aku yakin kalau bu peni masih ada di kelas itu, dan saat aku lihat, benar juga, ibu peni masih di kelas, dan bismillah …aku melangkah masuk, dan…permisi bu, emmmm…ibu mau tidak jadi dosen pembimbing skripsi saya, tapi saya masih bingung mau neliti apa..dan tahukah kawan…saat itu jantungku berdetak kencang, sebenarnya aku takut…hehe…tapi demi skripsiku, dan aku sudah bosan lama-lama di kampus, akhirnya aku beraniin….dan ibu penipun menjawab. Ya…sodara tulis saja melalui prosedur, di pendidikan, kira-kira begitu jawaban ibu peni dan akupun menjawab lagi..hmmm..gini bu, saya kan baru semester 6, jadi saya belum ngambil skripsi, maksud saya kalau ibu punya judul atau apa, biar saya cicil dari sekarang….aduh…rasanya susah banget nelan ludah dan kayaknya ada yang gantung di tenggorokan, ayo nia, jangan takut, kamu tidak salah kok kenapa harus takut, dan inget nia, hanya Allah yang perlu kamu takutin, insa Allah selama niat dan cara kamu baik. It’s ok…oh…kalau gitu sebenarnya saya mau nulis tentang pendenalan pertanian sejak dini,kenapa anak-anak itu kurang berminat di bidang pertanian, apakah memang di setting untuk tidak menyukai pertanian, atau memang dari kecil tidak di perkenalkan tentang pertanian. Dan yang kedua, tentang penggunaan air untuk irigasi, karena saya lihat petani itu tidak hitungan menggunakan air, beda sekali dengan yang di jerma, di mana petani di sana bener-bener di hitung dalam penggunaan airnya, sehinga penggunaan dan pemasukan air itu bener-bener di perhitungkan, dan sebenarnya saya itu ingin sekali mengajak mahasiswa untuk sama-sama meneliti, tapi sepertinya mahasiswa itu kurang peka. Jadi silahkan pikirkan anda mau yang mana. Subhanallah beneran ini..yng aku denger…aku gak mimpikan. Semoga aku bisa, ambil gak…ambil gak…apa aku mampu ya…ah…aku harus coba, aku gak perlu takut, aku masih punya Allah yang akan membantuku. Bismillah …iya bu saya mau…ya sudah di pikirkan dulu…..dan akupun pamit. Terima kasih bu, kalau begitu saya pamit dulu. Ya..ya silahkan. Aku tadi ngomong apa sih…apa aku bisa ya…aduh kok jadi ragu lagi sih…ah…gak..aku gak boleh ragu, sholat duhur dulu ah…sapa tahu aku bisa lebih tenang. Sebelum ke kamar mandi buat ambil air wudhu, aku nitipin tasku ke ethu , kan berat . dan saat aku mau kekamar mandi, aku lihat ibu peni sedang ngobrol sama ibu-ibu yang aku tidak kenal, di depan perpus dan aku ingat kalau aku belum minta no . hp ibu peni, dan aku beranikan buat minta hmmm….permisi bu, maaf mengganngu, saya boleh minta no ibu. Oh ya…081…maaf bu…senentar saya ambil hp dulu…dan aku pun berlari menuju tasku yang aku titipkan resthu, dan aku ambil hpku, dan dalam lariku aku mendengar ibu mengeluh. Gimana sih mau minta no. kok gak bawa hp. Hehe…lalu aku lari lagi mendekati ibu peni, maaf bu berapa, dan ibu peni pun mendikte sampai selesai. Terimakasih ya bu.ucapku. .ya…kata ibu peni, dan aku pun langsung pamit dan masuk kamar mandi, ambil air wudhu, dan saat aku keluar aku sudah tidak melihat ibu peni di luar lagi. aku pun mengambil tas yang aku titipin sama ethu, dan aku berjalan menuju musholla sosek. Dan aku sholat berjama’ah menjadi makmum masbuk. Karena aku sudah telat 2 rakaat. Dan selesai sholat akupun kembali berdoa, dan minta pertolongan Allah semoga di beri kemudahan. Setelah sholat aku berniat untuk ngenet cari tentang irigasi. Tapi Karen sepanjang mushola sosek sudah penuh, akhirnya aku berjalan kearah timur, dan aku mencari tempat disana, tapi di sana gak ada sinyal alias jaringan wireless nya. Jadinya aku gk bisa ngenet. Dan aku berfikir…aku gak bisa ngandelin internet, kalau gak salah ibu tadi bilang kalau ibu peni butuh data P3A. aha…aku tahu aku tanya aja sama pak anjal, pak anjal kan dosen PA, dan selama kuliah yang di bahas masalah irigasi. Dan itu tentu saja berhubungan dengan P3A. dan aku berniat untuk ke ruangan pak anjal. Tapi sampai atas, masih ada anak-anak praktikum PA. coz ruangan pak anjal di dalam, aku jadi ragu mau masuk, malu maksudnya, dan aku inget pak suci, beliau juga dosen tanah. Insa Allah pasti tahu, dan baik lagi..dan akhirnya aku masuk, aku mengutarakan maksudku dan pak sucipun menerima ku dengan senang hati. Beliau menjelaskan panjang lebar, dan beliau menyarankan agar aku datang k proyek pengelolaan air opak yang ada di jl.solo, dan setelah berbincang-bincang, akhirnya aku putuskan untuk datang ke tempat tersebut hari itu juga. Dan saat itu aku lihat waktu menunjukkan pukul 14.10 wib. Dan tanpa pikir panjang aku meluncur, dan saat melihat spido meter, waduh bensinku nyaris ne, sudah nyampe batas merah. Tapi tar kalau isi bensin dulu kelamaan. Bismillah…dengan modal nekat aku pun optimis,semoga masih cukup sampai tujuan. Pelan-pelan aku naik motornya, sembari sesekali menoleh kanan-kiri dengan tujuan tidak terlewati tempat yang di maksud, plaza ambarukmo telah terlewati, tapi belum juga aku baca tulisan Pengairan, karena kalau tidak salah dengar tadi pak suci bilang kalau tulisan itu besar sekali, dan pasti ketemu, sabar, nia…tinggal selangkah lagi, suara hati kecilku menenangkan..dan setelah LBC, aku pelankan motorku, dan saat aku menoleh keriri…PENGELOLAAN AIR IRIGASI OPAK….subhanalllah …ya ini tempatnya, dan akupun membelokkan motorku menuju parkiran, dan di situ aku lihat bapak-bapak berseragam, mungkin karyawan di tempat tersebut dan sepertinya beliau melihatku dengan tatapan heran. Hmm…mungkin dia kira aku sales ya…ah…dari pada aku juga bertanya-tanya sendiri dan menduga-duga mendingan aku tanyain aja bapaknya. Kan lumayn sekalian nanya di mana bisa aku dapetin info.nya. hmm…permisi pak saya mahasiswa pertanin ugm, saya mau meneiti tentang irigasi kira-kira saya bisa menemui siapa ya pak…dag…dig…dung….dan tahukah kawan sepertinya susah banget aku ngomongnya. Dan tenggorokan ini rasanya serak sekali…oh…coba mbaknya kedalam sana sambil menunjuk ke ruangan yan ada di belakang bapaknya. Mungin di sana ada orang yang tahu, soalnya saya bagiannya bukan di situ…oh ya…terimakasih pak. Dan akupun berjalan melangkah kan kaki ku yang saat itu serasa lengket dan menyatu dengan bumi karena sangking beratnya kaki ini di langkahkan. Tok…tok…tok….pintupun aku ketok, dan ada ibu-ibu membukakan pintu dan menyuruhku masuk. Dan akupun masuk cari siapa mbak…Tanya ibu tersebut dan akupun menjelaskan maksudku, mari mbak sini kata bapak-bapak setengah baya, silahkan duduk, ada keperluan apa mbak…dag…dig…dug….waduh,..kok semakin kencang aja ya… dan akupun menjelaskan maksud dan tujuanku, dan…bapaknya pun menanyakan surat dari kampus. Oh gitu ada surat pengantarnya gak…? Waduh…mampus aku, aku gak bawa surat apa-apa, datang ke situ aja tanpa planning, langsung spontan aja, dari pada mengulur-ngulur waktu…waduh jawab apa ya….bismillah hirohman nirraohim, semoga jawabanku gak ngawur. Hmmmgini pak, karena saya belum ngambil skripsi, saya kan baru semester 6 jadi…saya tidak bawa surat, dan kata dosen saya gak papa, saya mau nyicil dulu pak, saat ini saya baru mau KKN. Oh,…gitu, ya sudah mbaknya coba ke gedung sebrang sana, dan disana mbak temui pak harto, sembari menunjuk ke gedung yang di maksud.
Alhamdulillah bapaknyan mau menerima alasanku. Dan akupun berjalan menujun gedung yang di maksud, di sana akulihat banyak bapak, ibu yang sedang sibuk dengan urusannya seniri, ada yang sedang terima telpon, ada yang sedang nulis, ada yang sedang ngotak-atik computer, yah…pokoknya semunya sedang bekerja, dan tiba-tiba badanku berubah- ubah, kadang panas, kadang dingin. Dan bismillah…aku ttidak pernah melupakan kata-kata itu, karena dengan mengucapkan bismillah kecemasanku akan hilang, yang artinya dengan menyebut nanaMu yang MAHA pengasih lagi maa penyayang. Dan akupun di tanya oleh seorang ibu, dan aku bilang mau ketemu sama pak harto, dengan terbata-bata aku utarakan maksudku dan pak harto langsung mengambilkan buku yang isinya nama2 P3A prop. DIY. Dan akupun meminjamnya untuk di foto kopi, dan bapaknya memberikan. akupun berniat untuk mengkopinya. dan aku tanya sama pak haro, kira-kira jam berapa kantornya tutup. dan bapaknya bilang jam 4.
Senin, 19 Mei 2008
Rabu, 14 Mei 2008
Langganan:
Postingan (Atom)