Senin, 26 Mei 2008

PSEP in Memory

8 april 2008

5 hari di magelang membawa kenagan tersendiri, suasana yang sejuk, sawah-sawah yang tumbuh subur, dengan beraneka ragam tanaman pangan dan hortikultura, serta kicauan burung , membuat suasana desa sokorini, kecamatan muntilan kab. Magelang menjadi semakin elok, naturalisme desa, serta wajah orang-orang kampung yang polos, meskipun mereka para petani selalu merugi, dan sawah yang mereka garap tak memberikan banyak keuntungan, tapi toh mereka tetap bahagia, meskipun seringkali jika di Tanya tentang panen, keuntungan, ada sedikit keluhan yang keluar dari mulut mereka, toh mereka terus saja bertani, sepertinya bertani sudah mendarah daging, dan jiwa petani mereka takkan tergantikan, dan kita harus bersyukur karena para petani kita adalah petani yang ulet serta rajin, coba bayangkan saja, jika para petani tani mutung dan tidak mau bertani lagi, lalu kita mau makan apa….?? Sikap warga yang ramah, dan aku merasa lega berada di sana , meski agak sedikit capek karena panas terik aku harus berjalan menyusuri sawah, dan ngobrol-ngobrol bersama para petani, subhanallah…aku yang masih muda, tapi aku merasa capek, kepanasan dan nyaris tidak kuat oleh terik matahari, tapi aku melihat pak petani masih berada di sawah, tak sedikitpun terlihat wajah terpaksa, padahal jika di rata-rata usia mereka sekitar 40 tahun ke atas. Yah..sekali lagi aku bersyukur atas semua ini. 5 hari pergi dari jogja membuat ku rindu akan suasana jogja, aku rindu sama kampusku, sama ibu pojok, meskipun di desa ini kami selalu makan enak, dan tuan rumah yang aku tempati begitu baik dan ramah, makan yang selalu enak, banyak makanan kecil, dan 5 hari cukup membuat berat badanku bertambah, tapi …aku masih merindukan masakan ‘pojok’, aku kangen sama gorengan tempenya, aku kangen sama temen-temen kos, aku juga kangen sama “seseorang”, 5 hari serasa 5 tahun buat aku, meskipun sebelum berangkat aku sudah ketemu dengannya, aku tetap merindukannya, aku tidak tahu perasaan ini semakin subur saja, ya Robb, jika ia adalah jodohku maka dekatkan kami sesuai dengan tuntunanmu, tenangkan hati ini, dan tolong berikan rem pada hatiku agar gejolak cinta yang ada dalam dada ini tak meluap, ya Rabb, aku ingin dia menjadi imamku, aku ingin dia yang menambal iman dan taq’waku dengan cintanya, yang telah bocor karena terkena kotoran hati yang semakin hari semakin menebal, aku ingin dia memberikan cahaya di rumahku, agar kami bisa melihat pintu surgaMu. Ya Allah..aku ingin mengabdi buat dia, aku ingin membangunkannya pada waktu sepertiga malam, untuk sholat lail bareng, aku ingin menyiapkan makan sahur dan buka puasanya, baik puasa wajibnya ataupun puasa sunahnya, jadikan ia penuntunku ya Allah…aku butuh cahaya itu.

0 komentar: